Pengerjaan Jalan Hertasning di Kota Makassar mulai mendekati tahap akhir setelah berlangsung cukup lama. Hingga awal Agustus 2026, progres penanganan salah satu ruas utama tersebut telah mencapai hampir 90 persen.
Penyelesaian Jalan Hertasning menjadi perhatian karena proses pengerjaannya selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Aktivitas konstruksi yang berlangsung dalam waktu cukup panjang berdampak pada arus kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk. Penyempitan badan jalan di sejumlah titik juga kerap memicu antrean dan kemacetan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, mengatakan pekerjaan utama di Jalan Hertasning kini hampir selesai. Sejumlah bagian hanya membutuhkan penyelesaian pekerjaan pelengkap.
“Hertasning sudah hampir 90 persen. Jalan Aroepala dan Burung-Burung juga sudah masuk tahap pengecoran beton. Sebagian besar sisanya tinggal penyelesaian marka jalan,” kata Andi Ihsan, Jumat (7/8/2026).
Jalan Hertasning merupakan salah satu dari puluhan ruas jalan provinsi yang saat ini ditangani melalui program pembangunan jalan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan periode 2025–2027.
Secara keseluruhan, terdapat 85 ruas jalan yang masuk dalam program tersebut. Sebanyak 49 ruas telah memasuki tahap pengerjaan, sedangkan 36 ruas lainnya masih dalam tahap perencanaan.
“Keseluruhan ada 85 ruas jalan. Dari jumlah tersebut, 49 ruas sedang ditangani, sementara 36 ruas lainnya masih dalam tahap perencanaan,” ujarnya.
Selain Hertasning, pekerjaan juga berlangsung di Jalan Aroepala dan Burung-Burung. Kedua ruas tersebut telah memasuki tahap pengecoran beton.
Penanganan jalan ini merupakan bagian dari proyek infrastruktur jalan provinsi dengan total anggaran Rp2,5 triliun yang bersumber dari APBD Sulawesi Selatan. Pekerjaan secara keseluruhan dijadwalkan berlangsung hingga 2027.
Rampungnya pekerjaan jalan Hertasning ini diharapkan dapat mengakhiri gangguan lalu lintas selama masa konstruksi, serta mengembalikan kelancaran mobilitas di salah satu koridor padat Kota Makassar.
