Dua kapal yang melayani rute menuju Sulawesi Selatan mengalami kebakaran dalam dua hari berturut-turut. Insiden terbaru menimpa KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya–Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026). Sehari sebelumnya pada Sabtu (1/8/2026), KM Prince Soya rute Samarinda–Parepare terbakar saat berada di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 menjadi insiden dengan dampak paling serius. Berdasarkan data sementara hingga Minggu, (2/8/2026) pukul 15.30 WIB, lima orang meninggal dunia dan 225 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Plt Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, mengatakan kapal tersebut tercatat membawa 271 orang berdasarkan manifes. Jumlah itu terdiri atas 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 ABK tambahan.
“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ujarnya.
Informasi awal menyebut api muncul sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kapal kemudian ditemukan sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan Sapudi. Saat ditemukan, api telah menguasai sebagian besar badan kapal. Sejumlah penumpang bertahan di anjungan dan haluan.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah kapal di sekitar lokasi. Sekitar pukul 10.20 WIB, beberapa penumpang bahkan dilaporkan melompat ke laut karena kobaran api semakin membesar. Hingga Minggu sore, pendataan dan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan masih berlangsung.
Sehari sebelumnya, Sabtu (1/8/2026), kebakaran juga terjadi pada KM Prince Soya saat bersandar di Pelabuhan Samarinda. Kapal tersebut dijadwalkan melayani perjalanan menuju Parepare pada Minggu (2/8/2026).
Pimpinan Cabang PT Bunga Teratai Parepare, H. Irsyam Santoso, menyebut kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pengelasan saat pekerjaan pemeliharaan dilakukan di bagian atas anjungan kapal.
“Akibat pengaruh panas, ada yang sedang melakukan pengelasan di atas anjungan kapal. Kejadiannya di bagian luar, tetapi tidak berpengaruh pada kondisi utama kapal,” katanya, Sabtu (1/8/2026).
Tidak ada penumpang yang menjadi korban dalam insiden KM Prince Soya karena proses pemuatan belum berlangsung. Kepastian keberangkatan kapal menuju Parepare selanjutnya menunggu evaluasi otoritas terkait.
