Tawuran antarkelompok pemuda kembali terjadi di Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (30/8/2026). Bentrokan terbaru pecah di depan Pasar Senggol, Jalan Opu Daeng Risadju. Kelompok pengendara motor yang diduga geng motor terlibat saling serang dengan pemuda setempat menggunakan batu, petasan, hingga anak panah atau busur.
Berdasarkan keterangan saksi yang melihat, sekitar 50 sepeda motor datang dari arah Jalan Kakatua. Kelompok tersebut sempat berhenti di depan SPBU sebelum bergerak menuju Pasar Senggol.
Kelompok pengendara motor kemudian diduga menyerang menggunakan petasan dan juga busur. Pemuda di sekitar Pasar Senggol melakukan perlawanan hingga aksi saling serang pecah di jalan raya. Polisi kemudian mendatangi lokasi setelah keributan terjadi.
Peristiwa itu menambah rentetan tawuran yang terjadi di Kecamatan Mariso dalam dua hari terakhir. Di hari yang sama, bentrokan juga terjadi di Jalan Metro Tanjung Bunga pada Minggu (30/8/2026) dini hari.
Sejumlah orang yang terlibat sempat membubarkan diri dan bersembunyi. Dua remaja berinisial FM (17) dan AL (16) kemudian diamankan di sekitar lokasi. FM ditemukan bersembunyi di atas atap rumah warga.
Kapolsek Mariso Kompol Mahrus Ibrahim menyebut kedua remaja tersebut berasal dari luar Kecamatan Mariso. Tawuran diduga dipicu aksi saling memancing emosi antarkelompok pemuda yang kerap berkumpul menggunakan kendaraan.
Sehari sebelumnya pada Sabtu (29/8/2026) bentrokan juga terjadi di Jalan Metro Tanjung Bunga. Saat itu, warga Nuri Lorong 300 terlibat bentrokan dengan kelompok yang diduga geng motor.
Warga setempat, Daeng Lippung, memperkirakan kelompok tersebut datang menggunakan sekitar 10 sepeda motor. Mereka disebut datang dengan membawa batu dan petasan yang kemudian digunakan dalam aksi saling serang.
“Ada 10 motor yang saya lihat. Mereka membawa petasan dan batu. Saya tidak tahu mereka berasal dari mana karena saat ribut terjadi, saya baru keluar ke teras dan sudah banyak yang melempar,” kata Daeng Lippung.
Setelah kejadian tersebut, dua remaja berinisial IB (15) dan RA (17) diamankan di sekitar lokasi. Daeng Lippung menyebut bentrokan serupa bukan kejadian pertama. Dalam sepekan terakhir, tawuran disebut sudah terjadi dua hingga tiga kali.
Rentetan bentrokan dalam waktu berdekatan membuat tawuran di Mariso menjadi ancaman bagi keselamatan warga dan pengguna jalan. Terlebih, aksi tersebut telah melibatkan penggunaan batu, petasan, hingga busur di ruang publik.
