Petani Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, mulai mempersiapkan musim tanam berikutnya setelah mampu menjaga produktivitas padi di tengah musim kemarau. Pengelolaan pasokan air menjadi salah satu perhatian agar kegiatan pertanian tetap berjalan pada musim tanam mendatang.
Jadwal tanam telah disepakati melalui tudang sipulung bersama petani. Penanaman ditargetkan tidak melewati Desember 2026. Distribusi air dari hulu ke hilir akan kembali diatur, sedangkan pompanisasi disiapkan jika pasokan air mengalami kendala.
Pada musim sebelumnya, sekitar 10 hektare lahan pertanian di Desa Balla sempat terdampak kekeringan. Pengaturan irigasi dan pompanisasi dilakukan untuk mempertahankan tanaman hingga masa panen. Hasil panen kemudian tercatat sekitar 7,5 ton per hektare atau sekitar 60 karung per hektare.
Seiring persiapan musim tanam baru, kolaborasi pengembangan masyarakat yang telah berjalan bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) berpeluang diperluas ke sektor pertanian.
Masmindo sebelumnya telah menjalankan sejumlah program bagi masyarakat Desa Balla. Program tersebut mencakup dukungan di sektor peternakan, pengembangan UMKM, serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.
Kepala Desa Balla, Baso Jima, mengatakan sektor pertanian dapat menjadi bagian berikutnya dari kolaborasi tersebut. Salah satu fokus yang diharapkan adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Hidayat Ilyas, juga menilai kontribusi MDA terhadap masyarakat Desa Balla dapat dikembangkan melalui kolaborasi di sektor pertanian.
“Semoga ini kita tetap pertahankan dan kita berikan apresiasi kepada MDA. Selama ini, setelah kita lihat dan mendengarkan langsung, atensinya luar biasa kepada keluarga yang ada di Desa Balla, Kecamatan Bajo secara umum,” kata Hidayat saat panen raya, Rabu (30/9/2026).
Persiapan musim tanam berikutnya kini menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan air sekaligus memperluas kolaborasi di sektor pertanian. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas petani Desa Balla di tengah tantangan ketersediaan air.
