Pembangunan Stadion Sudiang di Kota Makassar terus menunjukkan perkembangan. Hingga awal Juni 2026, progres pembangunan stadion dilaporkan telah mencapai 9,1 persen dan kini memasuki tahap konstruksi utama.
Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pendukung PSM Makassar. Pasalnya, selama beberapa musim terakhir tim Juku Eja harus menggunakan Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare sebagai markas untuk menjalani pertandingan Liga 1.
Kondisi tersebut kerap menjadi perbincangan di kalangan suporter. Sebagai ibu kota Sulawesi Selatan dan kota asal PSM, Makassar hingga kini belum memiliki stadion berkapasitas besar yang memenuhi standar penyelenggaraan kompetisi sepak bola profesional.
Berdasarkan informasi yang disampaikan PT Waskita Karya selaku kontraktor pelaksana, progres pembangunan Stadion Sudiang saat ini telah mencapai 9,121 persen. Pekerjaan yang berjalan meliputi pondasi dan struktur dasar stadion.
Stadion Sudiang dibangun di kawasan GOR Sudiang dengan kapasitas sekitar 27 ribu penonton dan konsep single seat. Fasilitas tersebut dirancang mengacu pada standar internasional FIFA.
Selain menjadi calon markas baru PSM Makassar, stadion ini juga diproyeksikan menjadi pusat kegiatan olahraga dan penyelenggaraan event berskala besar di Sulawesi Selatan.
Pembangunan dilakukan di atas lahan sekitar 15 hektar dengan total anggaran mencapai Rp674,9 miliar. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027.
Jika selesai sesuai jadwal, Stadion Sudiang berpotensi mengakhiri penantian panjang suporter PSM yang selama ini harus menyaksikan tim kebanggaannya bermarkas di luar Kota Makassar. Stadion tersebut juga diharapkan menjadi rumah baru bagi PSM sekaligus salah satu fasilitas olahraga terbesar di Indonesia Timur.
