Banjir yang masih berulang di sejumlah wilayah Kota Makassar mendorong penerapan teknologi baru untuk memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini. Tahun ini, proyek mitigasi banjir berbasis sensor dan pemantauan data real-time yang didanai Pemerintah Jepang mulai memasuki tahap uji coba di sejumlah titik rawan banjir.
Program tersebut merupakan bagian dari proyek Smart JAMP yang dikembangkan melalui kerja sama antara Kota Makassar dan pihak Jepang. Tahap implementasi dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Makassar dan perwakilan Nihon Suido Consultants.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani kedua pihak pada November 2025. Fokus utama program adalah memperkuat kemampuan pemantauan kondisi lapangan secara langsung agar potensi banjir dapat terdeteksi lebih cepat.
Senior Manager for Project Strategy Nihon Suido Consultants, Tobe Tatsuya, menjelaskan tahap awal proyek akan dimulai melalui demonstrasi skala kecil di beberapa kawasan yang selama ini kerap terdampak banjir.
“Proyek akan dimulai melalui demonstrasi skala kecil di titik rawan banjir Kota Makassar”. Ujar Tobe Tatsuya.
Sistem Smart JAMP memanfaatkan jaringan sensor yang dipasang di lapangan untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time. Data yang diperoleh kemudian digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan respon cepat ketika terjadi peningkatan risiko banjir.
Keberadaan sistem tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penyampaian informasi kepada pihak terkait sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan saat curah hujan tinggi terjadi.
Makassar masih menjadi salah satu daerah yang rutin menghadapi banjir saat musim hujan, terutama di kawasan dataran rendah dan wilayah dengan kapasitas drainase yang terbatas. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi di berbagai sektor.
Melalui proyek ini, sistem pemantauan berbasis sensor dan data real-time akan diuji coba untuk membantu mendeteksi potensi banjir lebih cepat. Jika terbukti efektif, teknologi yang didukung Pemerintah Jepang tersebut berpeluang dikembangkan lebih luas sebagai bagian dari upaya mitigasi dan sistem peringatan dini banjir di Kota Makassar.
