Toraja Utara menempati urutan kelima dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berdasarkan jumlah kasus HIV. Data tersebut dipaparkan Dinas Kesehatan Toraja Utara dalam kegiatan sosialisasi kesehatan, Selasa (8/9/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara dr. Remen Taula’bi mengungkapkan, sebanyak 331 orang tercatat dalam data kasus HIV di daerah tersebut. Dari jumlah itu, 262 orang masih rutin menjalani pengobatan sementara 69 orang lainnya tidak terpantau dalam layanan pengobatan.
Namun, jumlah tersebut belum tentu menggambarkan keseluruhan kasus HIV di Toraja Utara. Kondisi ini disebut memiliki karakter seperti fenomena gunung es karena masih memungkinkan adanya kasus yang belum terdeteksi.
Temuan kasus HIV di kalangan pelajar dan mahasiswa turut menjadi perhatian. Kondisi tersebut dinilai perlu direspons dengan memperkuat pencegahan, terutama terhadap generasi muda.
“Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk mengawasi anak-anak dan orang-orang di sekeliling kita. Mari kita bersama-sama menyuarakan pencegahan agar kasus ini tidak bertambah,” ujar Remen.
Pencegahan HIV dinilai tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Keluarga, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah juga dinilai perlu terlibat dalam memberikan edukasi.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), HIV, dan tuberkulosis (TBC) yang digelar Pokja IV TP PKK Toraja Utara. Kegiatan berlangsung secara bertahap di 21 kecamatan pada 4-18 September 2026.
Pada Selasa (8/9/2026), sosialisasi berlangsung di Kecamatan Rindingallo dan Kecamatan Tikala. Pengurus Pokja IV dibagi menjadi dua tim untuk menjangkau kedua wilayah tersebut.
Di tengah upaya pencegahan, masyarakat juga diingatkan untuk tidak memberikan stigma atau mengucilkan orang dengan HIV. Pengobatan secara teratur dan berkelanjutan dinilai penting agar mereka tetap dapat menjalani kehidupan dengan baik.
Edukasi kesehatan selanjutnya akan diperluas dengan melibatkan petugas puskesmas. Pengurus PKK di tingkat kecamatan, lembang, dan kelurahan juga didorong meneruskan informasi mengenai pencegahan HIV, TBC, serta PHBS kepada masyarakat.
