Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026 masih didominasi investor asal Kanada. Nilai investasi dari negara tersebut tercatat mencapai Rp1,008 triliun atau sekitar 44,14 persen dari total PMA yang masuk ke Sulawesi Selatan.
Data tersebut disampaikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan.
Kepala DPMPTSP Sulsel, Asrul Sani, mengatakan Kanada menjadi negara dengan kontribusi investasi terbesar di Sulawesi Selatan pada awal tahun ini. Setelah Kanada, investasi asing terbesar berikutnya berasal dari Australia, Singapura, Hong Kong, dan Republik Rakyat Tiongkok.
“Kalau berdasarkan realisasi ini, masih didominasi Kanada”. Ujar Asrul Sani, Minggu (31/5/2026).
Berdasarkan data tersebut, sektor pertambangan dan industri pengolahan masih menjadi salah satu penopang utama investasi asing di Sulawesi Selatan. Kabupaten Luwu dan Luwu Timur tercatat menjadi daerah yang banyak menyerap investasi pada sektor ini.
Asrul menjelaskan, sebagian besar investasi yang tercatat saat ini masih berasal dari pengembangan usaha yang sudah berjalan sebelumnya. Perusahaan melakukan penambahan kapasitas produksi dan pengembangan kegiatan usaha.
Selain sektor pertambangan, pengembangan industri pengolahan komoditas juga dinilai menjadi daya tarik bagi investor yang masuk ke Sulawesi Selatan. Kehadiran industri hilir dianggap mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi baru di daerah.
Di sisi lain, ketersediaan kawasan industri dan infrastruktur pendukung masih menjadi faktor penting dalam menarik investasi baru. Investor dinilai cenderung mencari lokasi usaha yang telah memiliki kepastian lahan dan dukungan infrastruktur yang memadai.
“Kecenderungannya investor asing tidak ingin menghadapi persoalan lahan. Karena itu, keberadaan kawasan industri menjadi salah satu faktor yang penting”. Jelas Asrul.
Masuknya investasi asing dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah, terutama melalui pengembangan sektor industri, pertambangan, serta penciptaan lapangan kerja di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
