Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji usulan pembangunan fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas 10.000 hingga 30.000 kiloliter (KL) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Jika terealisasi, fasilitas tersebut berpotensi memperkuat keandalan pasokan energi bagi wilayah kepulauan Sulawesi Selatan sekaligus mendukung distribusi BBM di kawasan Indonesia Timur.
Usulan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), M. Rizwi Jilanisaf Hisjam, mengatakan kebutuhan BBM di Selayar saat ini diperkirakan mencapai 70 hingga 90 kiloliter per hari.
Kebutuhan tersebut terdiri atas solar sekitar 30–50 kiloliter per hari, pertalite 20–40 kiloliter per hari, dan pertamax sekitar 5–10 kiloliter per hari. Berdasarkan proyeksi itu, kapasitas penyimpanan tahap awal diperkirakan berada pada kisaran 10.000 hingga 30.000 kiloliter.
“Kapasitas storage tank tahap awal yang direncanakan diperkirakan berada pada kisaran 10.000 kiloliter hingga 30.000 kiloliter,” ujar Rizwi dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, Ditjen Migas akan memfasilitasi koordinasi antar lembaga sekaligus mengkaji aspek teknis dan keekonomian usulan tersebut bersama badan usaha terkait, termasuk PT Pertamina (Persero).
Rizwi menilai lokasi Selayar memiliki nilai strategis untuk mendukung penguatan cadangan energi nasional, terutama di kawasan timur Indonesia yang rentan terhadap gangguan distribusi akibat kondisi cuaca maupun jalur logistik.
Sementara itu Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, mengatakan pasokan BBM di daerahnya selama ini bergantung pada pengiriman dari Terminal BBM Makassar. Proses pengiriman tersebut harus ditempuh melalui jalur laut sejauh sekitar 170 hingga 190 kilometer atau sekitar delapan hingga sepuluh jam pelayaran.
Ia menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar 2.000 hingga 3.000 hektare yang telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi pembangunan fasilitas logistik energi yang mencakup tangki timbun BBM, dermaga kapal tanker, sistem pipa distribusi, fasilitas bongkar muat, hingga sistem pengamanan dan pengendalian lingkungan.
Apabila kajian dinyatakan layak, pembangunan storage BBM di Selayar diharapkan dapat memperkuat keandalan pasokan energi di Sulawesi Selatan, sekaligus mendukung distribusi BBM ke wilayah kepulauan dan kawasan Indonesia Timur yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari terminal BBM di Makassar.
