Kawasan Mall Ratu Indah (MaRI) Makassar akan dikembangkan menjadi kawasan mixed-use development atau kawasan terpadu yang menggabungkan pusat perbelanjaan, hunian vertikal, hingga fasilitas pertemuan dan acara.
Pengembangan tersebut memanfaatkan lahan eks Hotel Sahid di Jalan Dr Ratulangi, Makassar, yang sebelumnya berhenti beroperasi sejak 2019. Kawasan itu kini mulai direvitalisasi menjadi area komersial baru di pusat Kota Makassar.
Proyek pengembangan ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu 2,5 hingga 3 tahun ke depan. Sebelum pengerjaan fisik dimulai secara intensif, seremoni peletakan batu pertama telah dilakukan pada April 2026 lalu.
Chief Executive Officer KALLA, Solihin Kalla, mengatakan proyek tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap awal difokuskan pada pengembangan area parkir, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan area mal baru.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi”. Ujar Solihin pada Selasa (19/5/2026).
Area pengembangan baru nantinya akan dilengkapi apartemen 10 lantai dengan kapasitas sekitar 230 unit, area parkir khusus penghuni, serta fasilitas ballroom.
Setelah pembangunan area baru selesai, bangunan lama MaRI juga akan direnovasi secara menyeluruh. Pengembangan tersebut mengusung konsep bangunan ramah lingkungan sekaligus diharapkan dapat menjawab kebutuhan ruang komersial di pusat Kota Makassar yang terus berkembang.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai pengembangan kawasan tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru, baik selama masa konstruksi maupun saat operasional nantinya.
“Kehadiran fasilitas seperti ini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, baik untuk aktivitas belanja maupun rekreasi”. Ujar Munafri.Transformasi kawasan eks Hotel Sahid menjadi kawasan mixed-use dinilai sejalan dengan tren pengembangan properti perkotaan yang menggabungkan fungsi hunian, bisnis, dan hiburan dalam satu area terintegrasi.
