Aksi warga menanam pohon pisang di tengah ruas jalan rusak di Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi ruas jalan provinsi Anabanua, Malakke, hingga perbatasan Sidrap. Jalan tersebut telah rusak selama belasan tahun dan mengganggu aktivitas masyarakat, namun belum ada perhatian dari pemerintah.
Ruas jalan tersebut menjadi jalur penghubung Kecamatan Maniangpajo dan Belawa di Kabupaten Wajo hingga Kabupaten Sidrap. Kondisinya dipenuhi lubang dan genangan air. Pada sejumlah titik, jalan bahkan disebut sulit dilalui kendaraan.
Di tengah ramainya aksi protes warga, pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat menghadiri Hari Ulang Tahun ke-67 Kabupaten Maros di Gedung DPRD Maros, Selasa (7/7/2026), turut menjadi perhatian publik.
Menanggapi aksi penanaman pohon pisang di sejumlah ruas jalan provinsi, Andi Sudirman menyebut pemerintah tetap bekerja berdasarkan perencanaan yang telah disusun.
“Saya lihat TikTok-nya juga, sudah banyak protes. Kita bangun jalan 1.000 kilometer, tapi masih banyak yang tanam pisang. Saya bilang, semakin tanam pisang semakin saya tidak kerja,” ujar Andi Sudirman.
Ia juga mengatakan pembangunan akan tetap dilaksanakan sesuai program yang telah direncanakan, bukan berdasarkan tekanan atau aksi protes.
Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial. Menanggapi polemik yang berkembang, Andi Sudirman kemudian memberikan penjelasan bahwa ucapannya bukan berarti pemerintah tidak akan memperbaiki jalan yang diprotes warga.
Menurutnya, penanaman pohon pisang merupakan bentuk aspirasi masyarakat. Namun pelaksanaan pembangunan tetap mengacu pada kontrak pekerjaan, skala prioritas, kesiapan teknis, dan kemampuan anggaran.
“Kita pahami penanaman pisang itu bentuk protes masyarakat. Tapi pemerintah bekerja berdasarkan perencanaan, bukan karena ada pohon pisang yang ditanam di jalan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).
Penanganan ruas jalan provinsi menjadi bagian dari Program Pembangunan Jalan Provinsi 1.000 Kilometer yang dikerjakan secara bertahap melalui skema Multi Years Project (MYP). Salah satu paket pekerjaan terbaru telah dimulai pada ruas Bua–Rantepao di Kabupaten Luwu dan mencakup sekitar 20 ruas jalan di sembilan kabupaten/kota.
Hingga kini, kondisi jalan rusak di ruas Anabanua–Malakke–perbatasan Sidrap masih menjadi perhatian warga. Aksi penanaman pohon pisang yang viral di media sosial menunjukkan masih besarnya harapan masyarakat agar penanganan jalan tersebut dapat segera direalisasikan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
