Perhelatan Syukuran Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Sulawesi Selatan. Selama lima hari penyelenggaraan, perputaran ekonomi diperkirakan menembus lebih dari Rp100 miliar.
Kegiatan bertema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” itu berlangsung pada 8–12 Juli 2026 dan resmi ditutup di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (12/7/2026). Penutupan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan membunyikan Jalappa, alat musik tradisional Sulawesi Selatan berbentuk simbal kecil berbahan kuningan.
Ketua Panitia Harian HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengatakan kegiatan tersebut diikuti peserta dari seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia. Sebanyak 203 stan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari wastra, kriya, hingga kerajinan berbasis kearifan lokal.
Tingginya antusiasme masyarakat turut mendorong aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan. Hingga 11 Juli 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 180 ribu orang atau rata-rata 30 ribu hingga 40 ribu orang per hari. Pada puncak acara, jumlah pengunjung bahkan mencapai sekitar 80 ribu orang.
Ramainya pengunjung berdampak pada nilai transaksi para pelaku usaha. Panitia memperkirakan total transaksi selama pameran mencapai sekitar Rp5 miliar. Dari jumlah tersebut, stan peserta asal Sulawesi Selatan membukukan transaksi lebih dari Rp1,01 miliar atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi. Sementara itu, transaksi produk premium Sulsel melalui Celebes Craft dan Malam Budaya mencapai sekitar Rp150 juta, sedangkan pameran Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK mencatat transaksi sekitar Rp551,75 juta.
Selain transaksi pameran, kehadiran lebih dari 3.000 peserta dari berbagai daerah juga memberikan efek berganda terhadap sektor lain. Tingkat hunian hotel meningkat, aktivitas transportasi bertambah, destinasi wisata ramai dikunjungi, serta sektor kuliner dan penjualan souvenir turut mengalami peningkatan. Berdasarkan estimasi panitia, total perputaran ekonomi selama penyelenggaraan kegiatan diperkirakan melampaui Rp100 miliar.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan talkshow, workshop, pertunjukan seni budaya Sulawesi Selatan, promosi produk unggulan, serta berbagai agenda kolaboratif yang mempertemukan perajin, pelaku usaha, dan masyarakat.
Penyelenggaraan Dekranas di Makassar menjadi momentum untuk memperluas promosi produk kerajinan Indonesia sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para perajin. Besarnya jumlah pengunjung dan nilai transaksi menunjukkan bahwa kegiatan berskala nasional seperti ini tidak hanya memperkenalkan potensi daerah, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi sektor UMKM dan industri kreatif di Sulawesi Selatan.
