Pembangunan Jembatan Salujambu yang menghubungkan Kabupaten Luwu dan Luwu Utara (Lutra) kini telah mencapai sekitar 93 persen. Infrastruktur senilai lebih dari Rp12 miliar tersebut ditargetkan rampung pada September 2026.
Jembatan ini menghubungkan Desa Salujambu, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, dengan Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara.
Dengan panjang mencapai 80 meter, konstruksi Jembatan Salujambu terdiri atas sekitar 20 meter bagian beton dan 60 meter rangka baja. Pembangunannya menggunakan Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu pada 2025.
Bupati Luwu H. Patahudding meninjau progres pembangunan jembatan tersebut. Ia mengatakan, keberadaan Jembatan Salujambu diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan kedua kabupaten, yakni Kabupaten Luwu dan Luwu Utara.
“Insyaallah, jembatan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas warga dan memperlancar distribusi hasil pertanian serta berbagai komoditas masyarakat,” ujar Patahudding.
Selain membuka akses yang lebih lancar antara Luwu dan Luwu Utara, jembatan tersebut diproyeksikan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui distribusi hasil pertanian dan komoditas dari kedua wilayah.
Menurut Patahudding, akses yang lebih baik dapat membuat proses distribusi menjadi lebih mudah dan efisien. Kondisi tersebut diharapkan turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan akses yang semakin lancar, kita berharap distribusi hasil pertanian dan komoditas masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien,” katanya.
Pembangunan Jembatan Salujambu ditargetkan selesai pada September 2026. Setelah seluruh pekerjaan konstruksi rampung, pemerintah akan menunggu jadwal peresmian dari Gubernur Sulawesi Selatan.
Dengan tahap pembangunan yang telah mencapai 93 persen, Jembatan Salujambu kini mendekati tahap penyelesaian sebelum ditargetkan rampung pada September 2026.
