Upaya memperkuat swasembada gula nasional dan pengembangan industri bioetanol mulai dilakukan melalui penguatan kelembagaan petani tebu di Sulawesi Selatan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan koperasi induk tebu yang akan mengonsolidasikan petani di sejumlah sentra produksi.
Duta Petani Milenial Kementerian Pertanian, Ichi Indrawan, mengatakan Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan koperasi induk tebu pada 2026. Koperasi tersebut akan membawahi tiga koperasi primer yang berada di Kabupaten Bone, Takalar, dan Jeneponto.
“Pada tahun ini akan difasilitasi pengembangan satu koperasi induk di Provinsi Sulawesi Selatan yang membawahi tiga koperasi primer di Bone, Takalar, dan Jeneponto,” ujar Ichi, Selasa (2/6/2026).
Pengembangan koperasi primer dijadwalkan mulai berlangsung pada Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada Maret 2027. Seluruh koperasi nantinya akan menggunakan sistem pengelolaan modern dan berbasis digital.
Koperasi tersebut akan berperan dalam membantu pemasaran hasil panen tebu, distribusi benih, akses pupuk subsidi, penyediaan alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan teknis bagi petani.
Di Sulawesi Selatan, koperasi tersebut direncanakan mengelola lahan petani seluas sekitar 7.000 hektare. Sebagian besar lahan tersebut merupakan kebun penerima bantuan benih tebu dari program pengembangan kebun benih datar (KBD).
Selain memperkuat produksi tebu, pembentukan koperasi juga diarahkan untuk meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai pasok industri gula. Petani diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga memiliki keterlibatan lebih besar dalam industri pengolahan.
Dalam jangka panjang, koperasi induk diproyeksikan menjadi mitra investor dalam pengembangan pabrik gula dan pabrik bioetanol di daerah sentra tebu. Melalui skema tersebut, koperasi berpeluang memiliki kepemilikan saham di fasilitas pengolahan yang dibangun.
Model ini dinilai dapat membuka sumber pendapatan baru bagi petani sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor tebu di Sulawesi Selatan.
Sebagai salah satu sentra produksi tebu nasional, Sulawesi Selatan juga dipandang memiliki peran penting dalam mendukung target swasembada gula serta pengembangan bioetanol yang mulai dikembangkan sebagai sumber energi alternatif berbasis komoditas pertanian.
