By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
sulselakurat.co.id
  • News
    • Peristiwa Terkini
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Ekonomi
  • Daerah
    • Kabupaten
    • Kota Makassar
  • Explore
    • Budaya
    • Kuliner
    • Wisata
  • Kalender
    • Acara Adat
    • Acara Masyarakat
    • Festival
    • Kegiatan Daerah
  • Lingkungan & Energi
    • Isu lingkungan
    • Keberlanjutan
    • Pertambangan & energi
  • Hiburan
    • Musik
    • Olahraga
  • Lainnya
Reading: Geger! Pekerja Asal Maros di Armenia Tewas, Diduga Dibunuh Sesama WNI Usai Tolak Ajakan Penggelapan Dana 
Share
  • Sulawesi Selatan
  • Peristiwa Terkini
  • Sulsel
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Lingkungan
  • Kesehatan
  • Kota Makassar
  • Keberlanjutan
  • Politik
sulselakurat.co.idsulselakurat.co.id
Font ResizerAa
Search
  • News
    • Peristiwa Terkini
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Ekonomi
  • Daerah
    • Kabupaten
    • Kota Makassar
  • Explore
    • Budaya
    • Kuliner
    • Wisata
  • Kalender
    • Acara Adat
    • Acara Masyarakat
    • Festival
    • Kegiatan Daerah
  • Lingkungan & Energi
    • Isu lingkungan
    • Keberlanjutan
    • Pertambangan & energi
  • Hiburan
    • Musik
    • Olahraga
  • Lainnya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
Copyright © 2026 Sulselakurat.co.id Berita Sulawesi Selatan. All Rights Reserved.
Beranda » Geger! Pekerja Asal Maros di Armenia Tewas, Diduga Dibunuh Sesama WNI Usai Tolak Ajakan Penggelapan Dana 
LainnyaNewsPeristiwa Terkini

Geger! Pekerja Asal Maros di Armenia Tewas, Diduga Dibunuh Sesama WNI Usai Tolak Ajakan Penggelapan Dana 

[email protected]
3 bulan ago
Share
Pekerja Asal Maros di Armenia Tewas Dibunuh Sesama WNI
SHARE

Misteri kematian pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Valenth Alexie Tamboto (24) di Republik Armenia masih dalam penyelidikan. Korban diduga menjadi korban pembunuhan setelah baru sekitar tiga bulan bekerja sebagai staf pemasaran di sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi (IT) di Kota Yerevan.

Valenth, warga Kampung Boko, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, ditemukan meninggal di tempat tinggal yang disediakan perusahaan pada Rabu (15/7/2026). Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan, kaki, leher, dan mulut terikat lakban.

Adik korban, Arnold Laurenc Tamboto, mengatakan dirinya masih sempat berkomunikasi dengan sang kakak melalui WhatsApp dan Telegram pada dini hari sebelum korban ditemukan meninggal. Saat itu, korban tidak menceritakan adanya persoalan di tempat kerja dan hanya menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Indonesia.

Arnold mengungkapkan, keluarga memperoleh informasi dari sejumlah rekan kerja korban mengenai dugaan motif pembunuhan. Valenth diduga sempat diajak terlibat dalam penggelapan dana perusahaan, namun memilih menolak.

“Dari informasi rekan kerjanya, ada dugaan beberapa orang ingin menggelapkan dana perusahaan dan kakak saya diajak ikut. Tapi kakak saya menolak. Ada kemungkinan itu menjadi motif, tetapi kami masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang,” kata Arnold, Rabu (22/7/2026).

More Read

Petani Balla Luwu Siapkan Musim Tanam Baru, Kolaborasi dengan Masmindo Berpeluang Diperluas ke Sektor Pertanian
Petani Balla Luwu Siapkan Musim Tanam Baru, Kolaborasi dengan Masmindo Berpeluang Diperluas ke Sektor Pertanian
Jelang Hari Pernikahan, Rumah Calon Pengantin di Takalar Dibobol! Uang dan Emas Total Rp250 Juta Raib
Kabar Gembira! Pembangunan Bendungan Jenelata Ditarget Rampung 2028, Bakal Dukung Irigasi 23 Ribu Hektare di Sulsel
Potret Bangunan SD Inpres Borongbulo di Pelosok Gowa, Hanya Berdinding Bambu dan Seng!
Rokok Ilegal Masih Marak di Sulsel, 111 Juta Batang Disita dan Potensi Kerugian Negara hingga Rp113 Miliar

Meski demikian, keluarga menegaskan informasi tersebut masih sebatas dugaan karena penyelidikan oleh otoritas Armenia masih berlangsung.

Keluarga juga menerima informasi bahwa enam orang terduga pelaku telah diamankan, sementara satu orang lainnya diduga masih buron. Namun, informasi tersebut juga belum dikonfirmasi secara resmi oleh aparat Armenia.

Hingga kini, keluarga mengaku belum memperoleh akses terhadap jenazah korban. Arnold mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kyiv yang menangani urusan diplomatik Indonesia di Armenia masih berupaya mendapatkan izin dari otoritas setempat.

“Kami sudah dibantu KBRI, tetapi sampai sekarang mereka juga belum bisa mendapat akses langsung menemui jenazah. Kami sangat berharap jenazah kakak kami bisa segera dipulangkan ke Indonesia agar dapat dimakamkan di kampung halaman,” ujarnya.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan pemerintah Indonesia menerima informasi mengenai kasus tersebut pada 16 Juli 2026. Setelah itu, KBRI Kyiv berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Yerevan, aparat penegak hukum Armenia, serta komunitas WNI setempat untuk melakukan verifikasi informasi.

Pada 18 Juli 2026, KBRI Kyiv juga mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Armenia untuk memastikan terpenuhinya hak-hak kekonsuleran WNI, termasuk memperoleh akses terhadap jenazah korban dan melakukan pendampingan selama proses hukum berlangsung.

Berdasarkan informasi awal dari otoritas Armenia, sejumlah warga negara Indonesia diduga terlibat dalam kasus tersebut dan telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. Hingga kini, penyebab pasti kematian Valenth, dugaan motif pembunuhan, serta keterlibatan para terduga pelaku masih menunggu hasil investigasi resmi dari aparat Armenia.

You Might Also Like

Investasi Asing di Sulsel Didominasi Kanada, Tembus Rp1 Triliun pada Awal 2026!
Layanan Baru Lebih Mudah! Sidang Dokumen Kependudukan Kini Bisa Dilakukan di Dukcapil
LPG 3 Kg Semakin Langka di Sulsel! Dugaan Penimbunan Mencuat hingga Ombudsman Ikut Lakukan Investigasi
Kelangkaan BBM Sulsel Mulai Hantam Usaha Transportasi, PO Cahaya Bone Tak Berani Operasikan Seluruh Armada
Satu Perusahaan Kerjakan 108 Paket APBD 2026, Pengadaan Pemkab Bone Jadi Sorotan!
TAGGED:Peristiwa TerkiniSulawesi SelatanTeknologi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Jembatan Rusak Tak Kunjung Dibenahi Hambat Aktivitas Warga, Warga Maros Patungan Perbaiki Akses Utama Jembatan Rusak Tak Kunjung Dibenahi Hambat Aktivitas Warga, Warga Maros Patungan Perbaiki Akses Utama
Next Article 79 Narapidana High Risk dari Sulsel Dipindah ke Nusakambangan 79 Narapidana High Risk dari Sulsel Dipindah ke Nusakambangan, Berasal dari Enam Lapas dan Rutan

Follow

Temukan Kami di Media Sosial @sulselakurat
10kLike
50kFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
Berita Terpopuler
Prinsip HAM Diperkuat dalam Operasional Tambang, Security Ikuti Pelatihan Khusus
LainnyaNewsPeristiwa Terkini

Prinsip HAM Diperkuat dalam Operasional Tambang, Security Ikuti Pelatihan Khusus

By [email protected]
2 bulan ago
Sidrap Raih Peringkat II Nasional Penyerapan Beras Petani
Rokok Ilegal Masih Marak di Sulsel, 111 Juta Batang Disita dan Potensi Kerugian Negara hingga Rp113 Miliar
Waspada HIV di Toraja Utara Masuk 5 Besar Sulsel! 331 Orang Tercatat Positif, Pelajar-Mahasiswa Ikut Jadi Sorotan
Sampah Menggunung hingga 100 Ton di Gowa, Seluruh Armada Berhenti Beroperasi karena Anggaran BBM Tak Tersedia
about us

Portal media online wilayah Sulawesi Selatan Sulselakurat.co.id menyajikan berita harian yang jelas dan akurat.

News
  • Ekonomi
  • Pemerintahan
  • Peristiwa Terkini
  • Politik
Daerah
  • Kabupaten
  • Kota Makassar
Lingkungan
  • Isu lingkungan
  • Keberlanjutan
  • Pertambangan & energi
Kalender
  • Acara Adat
  • Acara Masyarakat
  • Festival
  • Kegiatan Daerah
Explore
  • Wisata
  • Budaya
  • Kuliner
Hiburan
  • Musik
  • Olahraga
About Us
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Cyber
  • SOP Perlindungan Wartawan
Copyright © 2026 Sulselakurat.co.id Berita Sulawesi Selatan. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?