Kasus dugaan penculikan di Kota Makassar berujung pada terbongkarnya skenario yang dibuat oleh korban sendiri. Seorang mahasiswa berinisial EE (23) diduga berpura-pura menjadi korban penculikan dan penyekapan. Aksi tersebut dilakukan untuk meminta uang tebusan sebesar Rp90 juta kepada orang tuanya.
Skenario tersebut bermula ketika orang tua EE kehilangan kontak dengan anaknya. Tak lama kemudian, mereka menerima pesan dari seseorang yang mengaku telah menculik dan menyekap EE. Dalam pesan tersebut, orang tua EE diminta menyiapkan uang karena anak mereka disebut memiliki utang.
Pelaku juga mengancam akan mencelakai hingga membunuh EE jika permintaan tersebut tidak dipenuhi. Situasi tersebut membuat keluarga khawatir dan akhirnya melaporkan hilangnya EE kepada pihak berwenang.
Penyelidikan kemudian dilakukan untuk mencari keberadaan EE. Pada Rabu (12/8/2026), EE akhirnya ditemukan di sebuah rumah indekos di Kota Makassar. Namun, kondisi di lokasi justru berbeda dari ancaman yang diterima keluarganya. EE tidak ditemukan dalam kondisi disekap. Ia berada di tempat tersebut bersama seorang teman perempuan.
Pendalaman kemudian mengungkap dugaan bahwa penculikan tersebut hanya sandiwara. Pesan ancaman yang diterima orang tua EE juga diduga dibuat dan dikirim oleh EE sendiri.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala mengatakan, skenario tersebut dibuat EE untuk mendapatkan uang dari orang tuanya.
“Yang melakukan pengancaman bahwa anak itu diculik dan sebagainya adalah merupakan korban itu sendiri,” kata Sangkala Rabu (12/8/2026).
Menurut penyelidikan sementara, uang Rp90 juta tersebut rencananya digunakan EE untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup. Pihak berwajib menduga tekanan kebutuhan finansial menjadi alasan EE memilih cara tersebut. Ia kemudian membuat cerita penculikan agar orang tuanya bersedia mengeluarkan uang.
Dalam pengungkapan kasus ini, turut diamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk mengirim pesan ancaman dan satu unit sepeda motor.
Peristiwa ini menjadi gambaran lain dari persoalan tekanan finansial dalam keluarga. Modus meminta uang dengan menciptakan ancaman terhadap diri sendiri juga dapat menempatkan keluarga dalam kepanikan dan membuat mereka mengambil keputusan di bawah tekanan.
Hingga Rabu malam, penyidik masih mendalami kasus tersebut. Langkah hukum terhadap EE juga masih menunggu perkembangan laporan dari pihak keluarga. Polisi masih mempertimbangkan apakah perkara tersebut akan dilanjutkan ke proses hukum atau diselesaikan melalui pembinaan.
