Kebutuhan listrik di Sulawesi bagian Selatan (Sulbagsel) diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan seiring pertumbuhan kawasan permukiman, perdagangan, industri, dan aktivitas ekonomi lainnya. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) tengah mempercepat pembangunan jaringan interkoneksi backbone atau “tol listrik” sepanjang 1.844,13 kilometer sirkuit (kms) yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sulawesi.
Proyek ini dibangun sebagai jaringan transmisi utama yang berfungsi menyalurkan pasokan listrik antardaerah sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di kawasan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Senior Manager Perencanaan PLN UIP Sulawesi, Misdjan Endang Subrata, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan dibagi menjadi dua koridor utama. Koridor pertama merupakan backbone selatan sepanjang 876,03 kms yang menghubungkan lima Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Sulawesi Selatan dengan total 1.102 menara transmisi.
Sementara itu, Koridor 2 akan membentang sepanjang 968,1 kms dari Wotu hingga Kendari dengan total 1.084 menara transmisi. Jalur tersebut terdiri dari ruas Wotu-Bungku sepanjang 477,9 kms, Bungku-Andowia sepanjang 232,4 kms, dan Andowia-Kendari sepanjang 257,8 kms.
“Koridor 2 ditargetkan mulai beroperasi lebih awal pada 2027”. Ujar Misdjan dalam konferensi pers di Makassar, Kamis (18/6/2026).
Menurut PLN, proyek ini disiapkan untuk menghadapi potensi peningkatan konsumsi listrik sekaligus mengantisipasi risiko gangguan pasokan pada masa mendatang. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketergantungan sebagian sistem kelistrikan terhadap pembangkit listrik tenaga air yang produksinya dapat dipengaruhi kondisi cuaca dan debit air.
Selain memperkuat pasokan energi, pembangunan jaringan transmisi baru juga dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan listrik di sejumlah wilayah yang masih mengalami keterbatasan tegangan. Kondisi tersebut selama ini menjadi kendala bagi sebagian masyarakat dalam menjalankan aktivitas produktif maupun usaha skala kecil.
PLN menilai keberadaan jaringan interkoneksi berkapasitas besar dapat memperluas jangkauan distribusi energi dan memperkuat stabilitas pasokan listrik antarwilayah. Dengan sistem yang lebih terhubung, pasokan listrik diharapkan dapat disalurkan lebih merata ke kawasan yang membutuhkan.
