Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberi dampak terhadap sektor pariwisata di Sulawesi Selatan. Kenaikan harga tiket pesawat disebut menjadi salah satu efek paling terasa bagi wisatawan dan pelaku usaha perjalanan.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sulawesi Selatan, Didi L. Manaba, mengatakan harga tiket penerbangan menjadi komponen utama yang paling mempengaruhi keputusan masyarakat untuk bepergian.
“Komponen utama yang akan ditanyakan wisatawan saat ingin melakukan perjalanan adalah tiket pesawat”. Ujar Didi, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, wisatawan yang telah merencanakan perjalanan sejak jauh hari kemungkinan tetap berangkat. Namun, masyarakat yang baru akan merencanakan perjalanan disebut cenderung menunda akibat kenaikan biaya.
Kondisi tersebut dinilai mulai mempengaruhi sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain pelemahan rupiah, situasi geopolitik global dan perubahan regulasi perjalanan internasional juga disebut ikut berdampak pada mobilitas wisatawan dalam beberapa bulan terakhir.
ASITA Sulsel menilai dampak tersebut mulai terlihat pada jumlah kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan. Pengurangan frekuensi penerbangan maskapai juga ikut mempengaruhi jumlah wisatawan yang masuk ke Makassar dan sejumlah daerah lain di Sulsel.
“Airlines juga mengurangi flight-nya. Semua tergantung penerbangan yang masuk”. Tegasnya.
Menurutnya, pengurangan jadwal penerbangan membuat sebagian wisatawan mempersingkat masa tinggal mereka di Makassar dan Sulawesi Selatan. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada sektor wisata dan perhotelan jika berlangsung dalam jangka panjang.
Meski demikian, sektor MICE atau meeting, incentive, convention, dan exhibition masih dinilai menjadi penopang aktivitas ekonomi di Makassar karena turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, hingga pelaku usaha kecil.
Sulawesi Selatan masih memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata karena didukung kekayaan alam, budaya, wisata bahari, dan kuliner.
ASITA Sulsel berharap harga komponen wisata seperti hotel dan restoran tetap stabil agar paket wisata tidak semakin mahal bagi masyarakat.
