Kasus kebakaran masih menjadi ancaman serius di Kota Makassar. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar mencatat sebanyak 86 peristiwa kebakaran terjadi sejak Januari hingga pertengahan Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 75 rumah dan bangunan dilaporkan terbakar.
Kepala Bagian Operasi Damkarmat Makassar, Cakrawala, mengatakan sebagian besar kejadian diduga berkaitan dengan masalah kelistrikan, mulai dari penggunaan perangkat elektronik hingga instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keselamatan.
“Kemungkinan besar disebabkan oleh kelalaian penggunaan perangkat elektronik yang berhubungan dengan listrik, termasuk instalasi yang tidak laik atau tidak sesuai standar”. Ujar Cakrawala.
Selain rumah dan bangunan, kebakaran juga menghanguskan 24 unit kendaraan, delapan toko atau kafe, tiga bangunan sekolah, serta satu hotel atau asrama. Data Damkarmat menunjukkan Februari menjadi bulan dengan jumlah kebakaran rumah tertinggi, yakni 16 kejadian.
Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, angka kebakaran di Makassar masih tergolong tinggi. Pada 2025 tercatat 258 kejadian kebakaran, sementara pada 2024 mencapai 303 kejadian. Angka tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada 2023 dengan total 393 kasus.
Peristiwa terbaru yang menjadi perhatian terjadi di Kompleks Pergudangan Parangloe, Kawasan Industri Makassar (KIMA), Kecamatan Tamalanrea, pada Jumat, 19 Juni 2026. Kebakaran melanda gudang penyimpanan minyak nilam milik PT Citra Aroma Indo dan menyebabkan kerugian besar.
Penanggung jawab gudang, Muhammad Agus Sulistiyono Zainal, mengatakan sekitar 6.000 liter atau enam ton minyak nilam yang rencananya akan diekspor ke sejumlah negara ikut terbakar. Selain itu, tiga sepeda motor, satu mobil, perangkat elektronik, laptop, dan telepon seluler karyawan juga hangus dilalap api.
Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp7 miliar. Dua karyawati dilaporkan mengalami luka akibat percikan api saat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran gudang tersebut masih dalam penyelidikan. Namun tingginya angka kebakaran sepanjang 2026 kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik, perangkat elektronik, dan peralatan rumah tangga digunakan sesuai standar keselamatan guna mencegah risiko kebakaran yang lebih besar.
