PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) tengah mengkaji rencana penambahan alat bongkar muat berupa Harbour Mobile Crane (HMC) di Pelabuhan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Penambahan fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan aktivitas logistik dan arus komoditas di wilayah timur Indonesia.
Saat ini, Pelabuhan Makassar telah mengoperasikan tiga unit HMC untuk menunjang proses bongkar muat barang. Rencana penambahan alat dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan pelabuhan, terutama pada sektor pertanian dan pertambangan.
VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan, mengatakan penambahan alat masih dalam tahap kajian dan harus menyesuaikan potensi trafik komoditas di pelabuhan.
“Setiap kajian penambahan alat pasti ada feasibility study-nya yang mengikutkan potensi trafik. Pengadaan alat tanpa potensi trafik ataupun komoditas tentu tidak akan lolos evaluasi”. Ujar Farid, pada Selasa (19/5/2026).
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Makassar saat ini masih didominasi komoditas pertanian seperti gandum, bungkil kedelai, dan pupuk. Sebagian besar gandum dan bungkil kedelai tersebut merupakan komoditas impor dari Amerika Latin, seperti Argentina dan Brasil.
Selain komoditas pertanian, pelabuhan juga disebut siap mendukung kebutuhan logistik industri baru, termasuk sektor hilirisasi yang berkembang di kawasan timur Indonesia.
Meski demikian, pengembangan fasilitas pelabuhan tetap mempertimbangkan aspek keekonomian dan kebutuhan jangka panjang. Infrastruktur pendukung seperti sistem konveyor dan kapasitas dermaga juga menjadi bagian dari perhitungan investasi.
Di sisi lain, Pelabuhan Soekarno-Hatta disebut mengalami peningkatan efisiensi operasional dalam beberapa waktu terakhir. Waktu bongkar muat kapal yang sebelumnya mencapai 12 hingga 14 hari kini diklaim berkurang menjadi sekitar 6 sampai 7 hari.
Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat distribusi barang sekaligus mendukung kelancaran aktivitas perdagangan di kawasan timur Indonesia.
Farid menambahkan, peningkatan volume perdagangan domestik maupun ekspor-impor akan turut memengaruhi kebutuhan layanan pelabuhan di masa mendatang.
