Realisasi belanja transfer ke daerah (TKD) di Sulawesi Selatan mencapai Rp5,97 triliun hingga 28 Februari 2026. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembiayaan layanan publik di berbagai daerah.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulsel, Hari Utomo, menyampaikan bahwa angka tersebut setara 22,32 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp26,77 triliun.
Ia menjelaskan, penyaluran TKD pada awal tahun anggaran menunjukkan tren positif dengan distribusi yang relatif merata di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.
Menurutnya, hampir seluruh daerah mencatat realisasi yang mendekati pagu yang telah ditetapkan, sehingga menunjukkan proses penyaluran berjalan lancar dan tidak terpusat di wilayah tertentu.
Data Kementerian Keuangan mencatat, sejumlah daerah di kawasan Luwu Raya seperti Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo, dan Kabupaten Luwu juga menunjukkan realisasi anggaran yang cukup seimbang.
Hal serupa terjadi di wilayah lainnya seperti Toraja, Ajatappareng, Mamminasata, hingga kawasan selatan dan tengah Sulsel, dengan capaian realisasi yang relatif merata.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatat realisasi sebesar Rp1 triliun dari total pagu Rp4,02 triliun.
Pemerintah berharap penyaluran dana transfer ini dapat terus berjalan optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas layanan publik di daerah.
