Pemerintah Kota Makassar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrim tahun 2026 dengan mengaktifkan tujuh posko siaga melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat).
Langkah ini diambil menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino.
Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, mengatakan tujuh posko tersebut terdiri dari satu posko induk di Jalan Ratulangi serta enam posko lainnya yang tersebar di beberapa wilayah, seperti Akkarena, Ujung Tanah, Kawasan Industri Makassar, Tamalanrea, Toddopuli, dan Manggala.
Menurutnya, pengaktifan posko dilakukan untuk mempercepat respons terhadap potensi kebakaran dan kekeringan yang meningkat selama musim kemarau.
Selain penanganan kebakaran, Damkarmat juga menyiapkan dukungan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Armada pemadam akan dimanfaatkan sebagai suplai tambahan air dengan tetap mempertahankan kesiapsiagaan tim di lapangan.
Saat ini, Damkarmat Makassar memiliki sekitar 60 unit armada yang akan dioptimalkan untuk menghadapi potensi bencana selama kemarau.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan api terbuka serta menghemat penggunaan air guna mengurangi risiko kebakaran dan kekeringan.
