Cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) di Sulawesi Selatan dipastikan tidak akan menggelar babak kualifikasi atau Pra Porprov menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Keputusan tersebut diambil oleh Ikatan Beladiri Campuran Amatir Sulawesi Selatan (IBCA Sulsel) seiring dengan waktu persiapan yang dinilai terbatas menjelang pelaksanaan Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Ketua Umum IBCA Sulsel, Ismail Rowa, menjelaskan bahwa keputusan ini mempertimbangkan kondisi organisasi yang baru kembali aktif setelah sempat mengalami kevakuman dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebutkan, kepengurusan IBCA Sulsel baru diaktifkan kembali pada akhir 2025, setelah sebelumnya sempat dibekukan.
Dengan kondisi tersebut, pelaksanaan Pra Porprov dinilai tidak memungkinkan untuk digelar secara maksimal.
Menurut Ismail, keputusan ini juga telah dikomunikasikan dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan sebagai induk organisasi olahraga di daerah.
“Dengan kondisi organisasi yang baru aktif kembali, kami harus mengambil langkah realistis agar cabang olahraga MMA tetap bisa dipertandingkan di Porprov,” ujarnya saat dihubungi RRI, Senin, 20 April 2026.
Meski tanpa babak kualifikasi, kualitas pertandingan diharapkan tetap kompetitif. Setiap daerah yang berpartisipasi tetap diwajibkan mengirimkan atlet terbaiknya untuk berlaga di ajang tersebut.
Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga jalannya pembinaan olahraga secara terstruktur, sekaligus memberi ruang bagi cabang olahraga MMA untuk terus berkembang di Sulawesi Selatan.
Melalui langkah ini, IBCA Sulsel berharap MMA tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet, baik di tingkat daerah maupun menuju level nasional.
