Enam paket pekerjaan jalan melalui program Multi Years Project (MYP) tengah berjalan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Penanganannya mencakup pengaspalan, preservasi, pembangunan bahu jalan beton, pelebaran jalan, talud, trotoar hingga drainase pada berbagai ruas.
Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kondisi jalan sekaligus mendukung konektivitas antar wilayah. Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah mendapat penanganan melalui pengaspalan maupun pekerjaan konstruksi lainnya.
Penanganan setiap ruas tidak menggunakan metode konstruksi yang sama. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan jenis pekerjaan ditentukan berdasarkan kondisi lapangan dan hasil kajian teknis.
“Pemilihan jenis konstruksi disesuaikan dengan kondisi lapangan dan hasil kajian teknis agar pembangunan lebih efektif dan efisien dalam jangka panjang,” kata Andi Ihsan.
Selain konstruksi jalan, pekerjaan juga mencakup fasilitas pendukung. Trotoar dengan lebar sekitar 2,5 meter disiapkan di kawasan tertentu, sedangkan saluran drainase dengan lebar sekitar 1,2 meter dibangun dengan menyesuaikan elevasi kawasan agar aliran air dapat diarahkan menuju kanal utama.
Pada Paket 1, pekerjaan tersebar di sejumlah ruas, di antaranya Batas Gowa-Tondong, Tanete-Tanaberu, Burung-Burung-Bili-Bili, Jalan Hertasning, Jalan Aroepala hingga Sungguminasa-Malino. Penanganannya meliputi pembangunan bahu jalan beton, pemasangan trotoar, drainase hingga pengaspalan.
Paket 2 mencakup penanganan ruas Pallangga-Salekoa-Batas Kabupaten Takalar, Batas Kabupaten Gowa-Galesong-Pattallassang, Batas Kota Makassar-Bontoramba hingga Batas Jeneponto-Rumbia-Jeneponto.
Sementara Paket 3 mencakup ruas Batas Kabupaten Soppeng-Pangkajene-Sidrap dan Batas Kabupaten Enrekang-Anabanua-Dongi-Tanrutedong.
Pekerjaan pada Paket 4 tersebar di ruas Solo-Paneki-Kulampu, Salonro-Batas Wajo, Takalala-Cabenge-Salonro, Doping-Atapange, Anabanua-Malake, serta Impa-Impa-Anabanua. Jenis pekerjaan meliputi pengaspalan, beton bahu jalan, preservasi hingga pekerjaan awal aspal.
Pada Paket 5, pekerjaan dilakukan antara lain di ruas Tanabatue-Sanrego-Palattae dan Palattae-Bojo melalui pembangunan talud bahu jalan. Sementara pelebaran jalan dilakukan pada ruas Bakunge-Solo-Sampie.
Adapun Paket 6 mencakup sejumlah ruas di kawasan perkotaan dan sekitarnya. Penanganan antara lain dilakukan melalui pelapisan akhir aspal di Jalan Opu Tosappalle, Jalan Samiun, serta ruas Parangloe-Tamalanrea Raya-Batas Maros. Pembangunan bahu jalan dan drainase juga dilakukan pada ruas Batas Maros-Pamanjengan-Benteng Gajah.
Kepala Bidang Jalan DBMBK Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan program MYP tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas fisik jalan, tetapi juga konektivitas antar wilayah.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal sehingga kondisinya menjadi lebih baik dan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan,” kata Rosyadi.
