Kabar mengejutkan datang dari skena musik Makassar. Grup musik folk-kontemporer, tod (To Riolo A’dendang, sebelumnya dikenal sebagai Theory of Discoustic), resmi mengumumkan hiatus setelah 16 tahun berkarya.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi mereka, @todmusik, pada Minggu (12/4/2026).
“Teman-teman, senang rasanya menjadi bagian kecil dalam kancah musik selama 16 tahun terakhir. Ucapan terima kasih saja kami rasa tidak cukup untuk segala bentuk apresiasi juga dukungan yang telah teman-teman berikan,” tulis tod dalam keterangannya.
Dalam pernyataannya, tod mengungkapkan bahwa keputusan hiatus diambil untuk waktu yang belum ditentukan. Meski demikian, mereka berharap karya-karya yang telah dirilis tetap dapat dinikmati oleh para pendengar.
“Kami ingin menyampaikan jika kami akan berhiatus hingga waktu yang belum kami pastikan. Semoga secercah karya yang selama satu setengah dekade terakhir kami hasilkan dapat tetap menemani,” lanjut pernyataan tersebut.
Grup ini juga menutup pesan perpisahannya dengan ucapan khas Makassar.
“Tiga kali lagi: terima kasih, terima kasih, terima kasih. Mariki,” pungkas mereka.
Selama perjalanan bermusik, tod dikenal sebagai salah satu pionir musik folk-kontemporer di Makassar yang menggabungkan unsur tradisional dan modern, dengan mengangkat tema kebudayaan Sulawesi Selatan.
Dibentuk pada 2010, band ini awalnya mengusung aliran melodic punk sebelum akhirnya bertransformasi ke arah musik tradisional yang lebih kental dengan nuansa lokal.
Eksplorasi tersebut membawa tod tampil di berbagai festival musik dan acara kebudayaan, termasuk Synchronize Fest edisi 2023.
Sepanjang 16 tahun perjalanan, tod juga dikenal memiliki formasi yang relatif solid dan jarang mengalami pergantian personel. Formasi terakhir mereka terdiri dari Dian Megawati (vokal/harmonika), Nugraha Pramayudi (gitar), Fadli FM (bass), Reza Enem (gitar), Azimah Fada (keyboard), dan Viola Fada (drum/perkusi).
Dari sisi karya, perjalanan musik tod dimulai melalui mini album “Dialog Ujung Suar” (2013), disusul album penuh “Alkisah” (2014) yang mempertegas arah musikalitas mereka.
Salah satu karya yang mendapat perhatian luas adalah “La Marupe” (2018), yang menuai apresiasi dari berbagai media nasional atas aransemen musiknya.
Memasuki dekade kedua, tod terus bereksplorasi melalui sejumlah rilisan, termasuk single “Songkabala” (2021) yang mengangkat tradisi tolak bala dalam masyarakat Bugis.
Karya terbaru mereka adalah mini album “Silaga” yang dirilis pada 2024, dengan tema yang mengangkat mitos dan sejarah Sulawesi Selatan.
Hiatus ini menandai jeda dari perjalanan panjang tod dalam mewarnai lanskap musik Makassar, sekaligus meninggalkan jejak kuat dalam pengembangan musik berbasis budaya lokal.
