Kapasitas gudang penyimpanan beras di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dinilai belum mampu menampung seluruh stok yang dikuasai Perum Bulog. Kondisi tersebut mendorong Bulog Sulselbar menambah 11 gudang baru yang ditargetkan rampung pada Mei 2027.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulsel dan Sulbar, Fahrurozi, mengatakan pembangunan gudang merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap gudang sewa sekaligus memperkuat kapasitas penyimpanan menghadapi musim panen mendatang.
Menurutnya, kajian pembangunan telah selesai dan saat ini proyek memasuki tahap penyusunan perencanaan teknis serta penyelesaian administrasi lahan.
“Kajiannya sudah selesai, dan saat ini sedang dalam proses perencanaan oleh konsultan perencana untuk mendapatkan estimasi anggaran (RAB). Secara paralel, kami juga sedang melengkapi administrasi yang diperlukan, seperti penyelesaian sertifikasi tanah,” ujar Fahrurozi, Sabtu (25/7/2026).
Sebanyak delapan gudang akan dibangun di atas lahan milik Bulog, sedangkan tiga gudang lainnya memanfaatkan lahan hibah dari pemerintah daerah. Kesebelas gudang tersebut akan tersebar di Kabupaten Pinrang, Bone, Kota Palopo, dan Mamuju, Sulawesi Barat.
Penambahan fasilitas tersebut diperkirakan meningkatkan kapasitas penyimpanan sekitar 40 ribu ton beras. Namun, Fahrurozi mengakui kapasitas tambahan itu belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan penyimpanan Bulog.
Saat ini Bulog Sulselbar mengelola 204 unit gudang yang tersebar di 52 kompleks dengan kapasitas total sekitar 364 ribu ton. Sementara itu, stok beras yang dikuasai telah mencapai sekitar 855 ribu ton, atau lebih dari dua kali lipat kapasitas gudang yang dimiliki.
Akibatnya, lebih dari separuh stok beras masih harus disimpan di gudang sewa maupun gudang milik pihak ketiga.
“Memang masih jauh dari kata cukup, tetapi setidaknya ini menjadi langkah awal secara bertahap,” kata Fahrurozi.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Bulog juga bekerja sama dengan pemilik penggilingan padi dan Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI). Sejumlah pelaku usaha di wilayah Sidrap dan Pinrang diketahui turut membangun gudang baru yang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas penyimpanan.
Penambahan 11 gudang ini merupakan bagian dari program nasional pembangunan 100 gudang baru oleh Perum Bulog. Selain menambah kapasitas penyimpanan, pembangunan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap gudang sewa dan memperkuat pengelolaan cadangan beras pemerintah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
