Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Kandea Tiga, Kelurahan Bungaejaya Beru, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (10/8/2026) malam. Sedikitnya 37 rumah terdampak dan dua warga mengalami luka ringan.
Api dengan cepat membesar di tengah permukiman yang sebagian terdiri atas bangunan semipermanen. Warga berupaya menyelamatkan barang berharga dari rumah masing-masing. Sebagian warga juga membantu menghambat penyebaran api menggunakan air sumur.
Sebanyak 46 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan dari sejumlah pos di Makassar. Proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi berada di kawasan padat dengan akses jalan yang sempit.
Kabid Operasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Andi Muhammad Cakrawala, mengatakan kepadatan warga di sekitar lokasi turut menyulitkan pergerakan armada.
“Kendala yang kita hadapi adalah kesulitan akses masuk karena massa warga yang padat. Kita juga kesulitan memanuver armada di dalam karena lorongnya sempit,” ujar Cakrawala Senin (10/8/2026).
Petugas harus menarik selang air hingga sekitar 100 meter untuk menjangkau titik api di dalam gang. Setelah hampir dua jam penanganan, penyebaran api berhasil dikendalikan. Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan.
Berdasarkan data sementara BPBD Kota Makassar, sebanyak 37 rumah terdampak. Rinciannya, 25 rumah mengalami kerusakan berat, tujuh rusak sedang, dan lima rusak ringan.
Rumah terdampak tersebar di dua wilayah. Sebanyak 20 rumah berada di RT 03/RW 04 dan 17 rumah lainnya di RT 04/RW 04. Dua warga dilaporkan mengalami luka ringan dalam kejadian tersebut.
Penyebab kebakaran hingga kini belum dipastikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Besarnya jumlah rumah terdampak kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Akses yang sempit menjadi salah satu kendala utama dalam proses penanganan karena menyulitkan armada menjangkau titik api.
Pendataan terhadap dampak kebakaran hingga Selasa (11/8/2026) masih dilakukan. Jumlah rumah terdampak dan kerusakan dapat diperbarui berdasarkan hasil asesmen lanjutan di lokasi.
