Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) membawa inovasi apartemen ikan atau terumbu karang buatan ke babak final lima besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026. Program ini menggabungkan pemulihan habitat laut dengan peningkatan produktivitas perikanan dan ekonomi nelayan.
Inovasi tersebut dipaparkan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, bersama tim dalam ajang SDGs Action Awards 2026 di Jakarta. Perkembangan program disampaikan melalui keterangan di Makassar, Senin (26/10/2026).
Apartemen ikan merupakan struktur buatan yang ditempatkan di dasar laut untuk menyediakan habitat, tempat pemijahan, dan pembesaran ikan. Keberadaannya juga diarahkan untuk membentuk kawasan penangkapan ikan yang lebih terarah bagi nelayan.
Program ini mulai dikembangkan sejak 2025 dan telah mencakup 13 titik di perairan Sulsel dengan luas sekitar 11 hektare. Lokasinya tersebar di Makassar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Selayar, Pangkep, Barru, Pinrang, Luwu Timur, dan Palopo.
Berdasarkan data survei yang dipaparkan, hasil tangkapan nelayan meningkat sekitar 60 persen, dari 13.905 kilogram menjadi 22.248 kilogram per hari setelah penerapan apartemen ikan.
Dengan asumsi harga ikan Rp25 ribu per kilogram, estimasi nilai tangkapan meningkat dari Rp347 juta menjadi Rp556 juta per hari. Angka tersebut merupakan perkiraan nilai hasil tangkapan, bukan pendapatan bersih nelayan.
Selain manfaat ekonomi, program ini menekankan pemulihan habitat perairan, keterlibatan masyarakat pesisir, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Irawan menjelaskan bahwa keberlanjutan pembiayaan dan kerja sama berbagai pihak menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Keikutsertaan Sulsel dalam lima besar SDGs Action Awards 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi tersebut sekaligus membuka peluang penerapannya di wilayah pesisir lainnya.
