Modernisasi sektor pertanian mulai terlihat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Sejumlah petani kini beralih menggunakan pompa listrik untuk mendukung sistem irigasi sawah sebagai upaya menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.
Salah satu penerapannya berada di kawasan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Duampanua, Desa Baranti. Sebanyak 11 unit pompa irigasi bertenaga listrik mulai beroperasi sejak April 2026 dan melayani lahan pertanian seluas sekitar 1.750 hektare.
Sebelumnya, petani mengandalkan bahan bakar gas dan diesel untuk mengoperasikan pompa air. Kondisi tersebut membuat biaya operasional relatif tinggi karena petani harus membeli sekaligus mengangkut bahan bakar setiap hari.
Ketua Gapoktan Duampanua, Ruslan, mengatakan penggunaan listrik memberikan perubahan yang cukup signifikan terhadap biaya produksi. Jika sebelumnya biaya operasional pompa mencapai sekitar Rp2,25 juta per bulan, kini turun menjadi sekitar Rp270 ribu per bulan.
Selain lebih hemat, penggunaan pompa listrik juga dinilai lebih praktis karena petani tidak lagi bergantung pada ketersediaan bahan bakar. Sistem operasional menjadi lebih sederhana dan dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan irigasi.
“Kami merasa sangat terbantu sejak menggunakan listrik untuk pompa air. Sekarang jauh lebih mudah dan biaya produksi bisa ditekan”. ujar Ruslan (10/6/2026)
Menurutnya, keberadaan pompa listrik membantu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat petani membutuhkan pasokan air secara cepat untuk mendukung musim tanam.
Fenomena ini menunjukkan mulai terjadinya perubahan pola pengelolaan pertanian di Sidrap yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan. Pemanfaatan teknologi dan energi listrik mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi di tingkat petani.
Selain sektor persawahan, penggunaan listrik juga mulai diterapkan pada sektor peternakan modern di Sidrap. Sejumlah peternak memanfaatkan listrik untuk mendukung sistem kandang otomatis, mulai dari pemberian pakan, ventilasi, hingga pengaturan suhu.
Peralihan ke sistem berbasis listrik menjadi salah satu langkah yang banyak dipilih pelaku usaha agrikultur untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas. Di tengah kebutuhan peningkatan produksi pangan, modernisasi sarana pertanian dan peternakan dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung keberlanjutan usaha masyarakat di sektor agrikultur.
