Aktivitas investasi di Sulawesi Selatan diperkirakan meningkat sepanjang 2026 seiring perkembangan sejumlah proyek strategis di sektor pertambangan. Provinsi ini menargetkan realisasi investasi mencapai Rp21 triliun dengan dukungan proyek nikel dan emas yang kini memasuki fase operasional maupun konstruksi.
Target tersebut merupakan mandat dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Optimisme terhadap pencapaian target didorong oleh sejumlah proyek berskala besar yang saat ini mulai menunjukkan perkembangan di lapangan.
Salah satu proyek yang menjadi penopang investasi adalah kawasan industri pengolahan nikel Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) di Kabupaten Luwu Timur. Kawasan industri tersebut mulai memasuki tahap aktivitas produksi dan diperkirakan memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi Sulawesi Selatan.
Selain sektor nikel, proyek tambang emas PT Masmindo Dwi Area di Kabupaten Luwu juga mulai memasuki fase pembangunan dan konstruksi. Aktivitas investasi yang terus berjalan pada proyek tersebut diperkirakan menjadi salah satu sumber pertumbuhan investasi baru di Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun mendatang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Asrul Sani, mengatakan perkembangan sejumlah proyek besar menjadi salah satu faktor yang mendukung target investasi tahun ini.
“Kami optimistis karena ada beberapa proyek besar yang sementara berjalan. Salah satunya IHIP di Luwu Timur yang sudah mulai beraktivitas. Begitu juga dengan Masmindo yang saat ini sudah mulai melakukan konstruksi dan pembangunan”. Ujar Asrul.
Menurutnya, investasi merupakan proses jangka panjang yang dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, proyek-proyek yang saat ini berjalan dinilai akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, struktur investasi Sulawesi Selatan masih didominasi sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Data DPMPTSP menunjukkan ekspor Sulawesi Selatan saat ini didominasi komoditas nikel dengan kontribusi sekitar 70 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peran sektor pertambangan dalam perekonomian daerah. Dengan mulai beroperasinya proyek-proyek besar di sektor nikel dan emas, tahun 2026 menjadi periode penting bagi perkembangan investasi Sulawesi Selatan. Realisasi investasi yang tercapai nantinya akan menjadi salah satu indikator untuk melihat dampak proyek-proyek tersebut terhadap aktivitas ekonomi daerah.
