Kebutuhan LPG 3 kilogram meningkat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di tengah kondisi kemarau pada Agustus 2026. Kondisi tersebut mendorong PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan di sejumlah daerah.
Tambahan pasokan dilakukan melalui mekanisme extra dropping secara selektif pada minggu ke-3 hingga minggu ke-4 Agustus 2026. Di Sulawesi Selatan, penambahan menyasar Wajo, Sidrap, Soppeng, Parepare, Barru, dan Pinrang.
Jumlah LPG tambahan yang disalurkan berbeda di setiap daerah. Besarannya ditentukan berdasarkan perkembangan konsumsi dan ketersediaan stok di masing-masing wilayah.
Sebelum tambahan tersebut dilakukan, distribusi LPG 3 kg juga tetap berjalan pada hari libur 17 dan 25 Agustus 2026. Realisasi penyaluran pada dua periode itu mencapai 200 persen dari alokasi normal harian.
Secara keseluruhan, Pertamina mencatat dukungan pasokan LPG 3 kg selama periode penguatan distribusi mencapai 229 persen dari rata-rata alokasi harian.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan kebutuhan LPG terus dipetakan. Kondisi daerah yang terdampak kemarau turut menjadi pertimbangan dalam menentukan tambahan pasokan.
“Kami terus memetakan kebutuhan LPG 3 Kg di wilayah Sulselbar, termasuk daerah yang terdampak kondisi kemarau. Tambahan pasokan diberikan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi stok serta perkembangan konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Lilik, Senin (31/8/2026).
Distribusi selanjutnya dipantau melalui jaringan agen dan pangkalan. Pemantauan dilakukan untuk melihat ketersediaan LPG 3 kg hingga tingkat penyalur serta perubahan kebutuhan masyarakat.
Pertamina menyatakan pola distribusi akan kembali disesuaikan apabila terjadi perubahan kebutuhan di lapangan. Ketersediaan pasokan menjadi perhatian karena LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat tertentu.
