Tumpukan sampah di Jalan Palantikang, Kelurahan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terus dikeluhkan warga meski petugas kebersihan melakukan pengangkutan setiap hari. Sampah bahkan kembali menumpuk sehari setelah lokasi dibersihkan.
Lokasi tersebut berada di jalur penghubung SMPN 1 Takalar dan Pasar Pattallassang, tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Gowa. Sampah yang ditemukan berasal dari berbagai aktivitas, mulai dari perdagangan, kandang ayam potong, hingga usaha mebel.
Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Takalar menduga sebagian sampah juga berasal dari daerah sekitar termasuk Kabupaten Gowa. Namun asal seluruh sampah yang dibuang di lokasi tersebut belum dapat dipastikan.
Kepala Bidang Kebersihan DLHP Takalar, Rafiuddin Daeng Tiro, mengatakan pembuangan sampah umumnya berlangsung pada malam hari ketika pengawasan petugas berkurang. “Kalau kita jaga siangnya, dia buang malam. Yang umumnya buang di bawah ini malam,” katanya, Rabu (28/10/2026).
Menurut Rafiuddin, lokasi tersebut merupakan lahan pribadi, bukan tempat pembuangan sampah resmi milik pemerintah. Meski demikian, masyarakat telah lama menggunakannya sebagai lokasi pembuangan.
“Memang di sini sejak dulu ditempatkan, walaupun bukan lahan pemerintah. Cuma masyarakat dari dulu menjadikan tempat ini sebagai lokasi pembuangan sampah,” ujarnya.
Persoalan semakin sulit ditangani karena sebagian warga membuang sampah di luar kontainer. Petugas pun harus mengumpulkan sampah yang berserakan sebelum mengangkutnya.
Petugas kebersihan DLHP Takalar, Mastur Daeng Situru, mengaku mengangkut hingga lima mobil sampah setiap hari. “Setiap hari saya angkut lima mobil. Tapi besoknya begitu datang lagi. Akhirnya terus begini kejadiannya,” jelas Mastur.
Rafiuddin menyebut sekitar tiga hingga lima kontainer sampah diangkut setiap hari dari lokasi tersebut. Jumlah sampah yang masuk bahkan dinilai telah melampaui kapasitas penampungan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DLHP Takalar mengusulkan penambahan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Saat ini, terdapat 32 kontainer mini yang tersebar di sejumlah titik perkotaan, termasuk kawasan pasar.
Penambahan fasilitas dan pengawasan pembuangan sampah diharapkan dapat mengurangi penumpukan yang terus berulang. DLHP juga mengimbau masyarakat Takalar maupun daerah sekitar agar membuang sampah pada tempat yang semestinya.
