Pasar Hobi Toddopuli yang selama bertahun-tahun menjadi pusat perdagangan ikan hias, burung, reptil, kucing, serta berbagai perlengkapan hobi dan satwa peliharaan di Makassar kini menghadapi ancaman relokasi. Rencana penataan kawasan ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pedagang yang menilai keberlangsungan usaha mereka dapat terdampak.
Lokasi yang berada di Kecamatan Panakkukang tersebut akan ditata ulang sebagai bagian dari pemanfaatan kembali aset fasilitas umum. Pemerintah menawarkan dua alternatif lokasi relokasi, yakni Pasar Sawah di Jalan Gunung Latimojong dan Terminal Daya.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak di Kantor Kecamatan Panakkukang. Camat Panakkukang, Syahrir, mengatakan penataan dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi kawasan eks terminal Toddopuli yang selama ini digunakan sebagai pusat perdagangan.
“Rakor beberapa hari lalu, kami membahas rencana pengosongan fasum serta pemanfaatan lahan pada area eks Terminal Toddopuli,” ujar Syahrir pada 25/6/2026.
Menurutnya, pedagang diberikan kesempatan untuk menentukan lokasi relokasi yang dianggap paling sesuai melalui proses musyawarah bersama. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari para pedagang.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Hobi Makassar, Suharmin, menilai proses yang berjalan belum memberikan ruang dialog yang cukup sebelum surat peringatan diterbitkan.
“Di awal, kami tidak menerima sosialisasi dan tidak ada mediasi. Tiba-tiba langsung ada SP1 yang kami terima. Padahal kami ada SK, kami tidak datang begitu saja membangun kios dan mengambil tempat” kata Suharmin.
Dijelaskan bahwa para pedagang selama ini menempati kawasan tersebut berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan pada 2004. Selain itu, pedagang juga mengaku rutin membayar retribusi selama menjalankan usaha di lokasi tersebut.
Menurut Suharmin, Pasar Hobi Toddopuli memiliki karakter berbeda dibanding pasar tradisional pada umumnya karena menjadi pusat berkumpulnya komunitas penghobi dan pecinta satwa dari berbagai daerah.
Pedagang juga mempertanyakan kesesuaian lokasi relokasi yang ditawarkan. Mereka khawatir perpindahan ke lokasi baru akan menghilangkan ekosistem usaha yang telah terbentuk selama lebih dari dua dekade.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan komunikasi dengan pedagang terus dilakukan agar proses relokasi dapat berjalan secara bertahap.
“Kami ingin proses ini berjalan baik. Karena itu komunikasi terus dilakukan dengan para pedagang maupun pengurus asosiasi agar relokasi dapat terlaksana secara tertib,” kata Elber.
Hingga kini, polemik relokasi masih berlangsung. Di satu sisi terdapat rencana penataan aset dan ruang publik, sementara di sisi lain terdapat sentra ekonomi serta komunitas penghobi yang telah tumbuh dan bertahan selama lebih dari 20 tahun di kawasan Pasar Hobi Toddopuli.
