Jalur Kereta Api (KA) Trans Sulawesi didorong segera terkoneksi dengan Makassar New Port (MNP). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat distribusi logistik dan mobilitas antarwilayah di Sulawesi Selatan.
Keberadaan jalur kereta api dari Makassar menuju Parepare dapat mendukung aktivitas pelabuhan, kawasan industri, serta mempercepat arus barang di Sulsel.
Saat ini, pembangunan jalur KA Makassar–Parepare sepanjang 142 kilometer masih terus berjalan. Pengembangan rel menuju Pelabuhan Makassar New Port juga masih dilanjutkan.
Berdasarkan perkembangan proyek, sisa jalur yang belum tersambung diperkirakan sekitar 23 kilometer. Sementara itu, progres pembangunan telah mencapai wilayah Palanro, Kabupaten Barru.
Adapun layanan operasional sepanjang 85 kilometer dari Stasiun Mandai di Maros hingga Garongkong di Barru kini telah digunakan masyarakat. Penyelesaian proyek tersebut terus didorong agar jalur yang telah dibangun dapat berfungsi lebih optimal.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, peluang investasi swasta juga mulai dibuka untuk mendukung percepatan pembangunan.
“Kalau ada swasta yang ingin berinvestasi, kami terbuka. Kami akan tetap mendorong pembangunan ini agar fungsionalitasnya lebih baik”. Ujar Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Keberadaan KA Trans Sulawesi juga dinilai dapat mendukung integrasi transportasi darat, pelabuhan, dan kawasan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Sebagai informasi, jalur Makassar–Parepare merupakan bagian dari rencana jaringan KA Trans Sulawesi yang dirancang menghubungkan sejumlah provinsi di Pulau Sulawesi.
