Seorang pemuda berusia 21 tahun menjadi korban pembusuran di Jalan Mustafa Daeng Bunga, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Korban diserang secara tiba-tiba saat dalam perjalanan pulang bekerja pada Minggu dini hari (4/10/2026).
Korban dilaporkan mengalami luka serius setelah dua anak panah menancap di bagian pipi dan lengannya. Penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok remaja yang berkonvoi menggunakan sepeda motor.
Peristiwa bermula ketika korban melintas seorang diri di Jalan Mustafa Daeng Bunga. Saat itu, korban berpapasan dengan rombongan pengendara sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.
Tanpa didahului perselisihan, korban tiba-tiba terkena serangan busur panah hingga mengalami luka pada bagian wajah dan tangan. Polisi menyebut penyerangan berlangsung cepat dan korban langsung terjatuh setelah terkena anak panah.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa untuk mendapatkan pertolongan pertama. Dikarenakan anak panah tertancap cukup dalam, korban dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk menjalani operasi pengangkatan anak panah.
Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Muhalis Hairuddin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban tidak terlibat perselisihan dengan rombongan sebelum penyerangan terjadi.
“Awal kejadiannya yaitu pada saat korban melintas di TKP, kemudian berpapasan dengan kelompok remaja yang menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba yang bersangkutan terkena luka busur di bagian pipi dan tangan,” ujar Muhalis, Selasa (13/10/2026).
Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa lokasi kejadian dan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar Jalan Mustafa Daeng Bunga. Rekaman tersebut memperlihatkan konvoi puluhan sepeda motor yang melintas pada waktu kejadian.
Dari rekaman CCTV, rombongan itu diperkirakan berjumlah lebih dari 30 orang. Polisi menduga sejumlah anggota kelompok tersebut berkaitan dengan penyerangan terhadap korban.
Muhalis mengatakan penyidik masih memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku serta mengetahui peran masing-masing orang yang berada dalam rombongan.
“Untuk saat ini langkah-langkah yang telah dilakukan oleh penyidik telah mendalami dan memeriksa CCTV untuk mengungkap fakta dan pelaku sebenarnya. Korban saat ini satu orang,” katanya.
Hingga Selasa (13/10/2026), polisi masih menyelidiki identitas dan motif para pelaku. Belum ada kepastian mengenai penyebab penyerangan maupun pihak yang bertanggung jawab atas pembusuran tersebut.
