Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mencatat sebanyak 13.892 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Januari hingga September 2026. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diminta waspadai paparan debu, polusi udara, dan asap pembakaran lahan selama musim kemarau.
Selain ISPA, Dinkes Bone juga mencatat 183 kasus influenza-like illness (ILI) atau penyakit dengan gejala menyerupai influenza dalam periode yang sama.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bone, dr Kasmawar Abbas, mengatakan keluhan batuk dan pilek banyak ditemukan di masyarakat. Kondisi musim kemarau yang disertai debu serta polusi udara menjadi salah satu faktor lingkungan yang perlu diwaspadai.
“Sekarang banyak, karena kan kita sekarang lagi musim kemarau, polusi, batuknya bisa karena debu, polusi udara,” ujar Kasmawar, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, asap pembakaran lahan di sekitar pemukiman juga berisiko mengganggu kesehatan pernapasan. Partikel yang terbawa asap dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang tinggal dekat dengan lokasi pembakaran.
Selain asap, paparan debu dan polusi udara selama musim kemarau dapat memicu batuk serta memperburuk keluhan pernapasan. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian khusus bagi masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara buruk.
Meski demikian, Dinkes Bone belum merinci jumlah kasus ISPA yang secara langsung berkaitan dengan asap pembakaran lahan maupun polusi udara. Angka 13.892 kasus merupakan keseluruhan laporan ISPA selama sembilan bulan pertama 2026.
Gangguan pernapasan juga dapat disebabkan oleh infeksi virus yang menular melalui kontak erat. Penularan berpotensi terjadi di lingkungan rumah maupun sekolah, terutama ketika terdapat anggota keluarga atau orang di sekitar yang mengalami gejala infeksi.
Untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, masyarakat diimbau menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau berasap. Warga juga disarankan menjaga kebersihan lingkungan dan membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Kasmawar turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak nafas, atau keluhan pernapasan yang semakin berat.
“Diharapkan kepada masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak nafas, atau keluhan yang semakin berat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Dinkes Bone mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan selama musim kemarau. Upaya mengurangi paparan polusi serta pemeriksaan kesehatan sejak munculnya gejala berat menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
