KPelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Makassar menghadapi dua persoalan sekaligus. Pencurian meteran air dilaporkan marak terjadi bahkan hingga Agustus 2026, sementara penurunan debit air baku turut memengaruhi distribusi kepada pelanggan.
Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan laporan kehilangan meteran banyak berasal dari Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, dan Rappocini. Meteran diduga menjadi sasaran pencurian karena memiliki komponen berbahan tembaga yang bernilai jual.
“Ada beberapa lokasi yang dilaporkan karena isi meteran ini adalah tembaga, sehingga barangnya mungkin dicuri untuk ditimbang,” kata Syahrum, Minggu (9/8/2026).
Pencurian tersebut menambah kebutuhan meteran yang harus disediakan PDAM. Selain mengganti meteran yang hilang, alat tersebut dibutuhkan untuk mengganti unit rusak dan melayani pemasangan sambungan baru.
Sepanjang 2026, kebutuhan meteran diperkirakan mencapai 30 ribu unit. Keterbatasan meteran juga dinilai dapat berdampak terhadap pencatatan pemakaian air dan pendapatan perusahaan. PDAM berencana melakukan pengadaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Di tengah persoalan meteran, distribusi air bersih juga terdampak penurunan debit Sungai Lekopancing. Kondisi ini terutama mempengaruhi pelayanan di wilayah utara dan timur Makassar.
Syahrum menjelaskan distribusi sempat berjalan lebih lancar selama sekitar satu bulan. Namun, debit sungai kembali menyusut. Operasional pompa di Intake Manggala juga mengalami penurunan pada malam hingga pagi hari.
Debit air yang sebelumnya mencapai kisaran 400 disebut dapat turun hingga di bawah 200 ketika kondisi sungai menyusut. Pengoperasian pompa kemudian harus disesuaikan dengan ketersediaan air. Kondisi tersebut turut berdampak pada kawasan Manggala dan Antang.
Persoalan meteran dan ketersediaan air baku kini menjadi tantangan terhadap pelayanan air bersih di Makassar. Untuk kondisi tertentu, distribusi menggunakan mobil tangki juga dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Makassar. PDAM menyediakan pasokan air, sedangkan armada tangki disiapkan BPBD.
Dengan kebutuhan meteran mencapai puluhan ribu unit dan debit sumber air yang berfluktuasi, ketersediaan perangkat pengukuran serta pasokan air baku menjadi dua faktor yang perlu ditangani agar gangguan pelayanan kepada pelanggan tidak meluas.
