Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menerima kunjungan peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-35 Tahun 2026 di Toraja Room, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (14/4/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) yang dilaksanakan para peserta di Sulawesi Selatan pada 13–17 April 2026. Kegiatan ini turut dihadiri unsur DPRD Sulsel serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Sebanyak tujuh peserta PKDN yang berasal dari unsur Polri, TNI, dan Kejaksaan mengikuti kegiatan ini, di antaranya Kombes Pol Karimudin Ritonga, Kombes Pol Ambariyadi Wijaya, Kombes Pol Dede Yudy Ferdiansah, Kombes Pol Anton Firmanto, Kombes Pol Leganek Mawardi, Jaksa Utama Sugeng Riyanta, serta Kolonel PBP Gusti Ngurah Sorga Laksana.
Selama pelaksanaan PKDN, para peserta dijadwalkan mengunjungi berbagai instansi sektoral dan pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih efektif di daerah.
Jufri Rahman menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada para peserta.
“Terima kasih telah menjadikan Sulawesi Selatan sebagai lokus PKDN. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam perumusan kebijakan strategis ke depan,” ujarnya.
Program Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun 2026 mengusung tema penguatan kepemimpinan tingkat tinggi berbasis moral dan literasi dalam mendukung kedaulatan pangan, energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif.
Dalam kesempatan tersebut, Jufri Rahman juga memaparkan gambaran pembangunan Sulawesi Selatan, termasuk berbagai program strategis pemerintah provinsi dalam mendukung agenda nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sulawesi Selatan disebut sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional di kawasan timur Indonesia. relevan.
Melestarikan nilai seperti Siri’ na Pacce tidak berarti menolak modernitas, tetapi menjadikannya sebagai landasan dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman. Upaya ini dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengenal tradisi lokal, mengikuti kegiatan budaya, hingga membagikannya melalui media digital agar tetap hidup dan berkembang.
